Thursday, December 29, 2016

5 Resiko Investasi

Didalam berinvestasi ada faktor yang penting yang harus kita perhatikan yaitu resiko. Dimana resiko ini tidak bisa dihindari didalam berinvestasi. Baik berinvestasi di Pasar Modal, Perbankan dan lain – lain, pasti ada resiko yang dihadapi. Disini akan dikemukakan apa itu resiko, jenis – jenis resiko dan resiko apa saja yang dihadapi di Pasar modal. Karena skripsi ini mengenai Pasar Modal.

Pengertian Resiko

Didalam investasi resiko adalah bukan hal yang baru. Karena investasi dalam bentuk apa pun mengadung resiko. Pengertian resiko dinyatakan sebagai kemungkinan keuntungan menyimpan dari yang diharapkan, karena itu resiko mempunyai dua dimensi yaitu menyimpan lebih besar maupun lebih kecil dari  yang diharapkan. Resiko merupakan variabilitas return terhadap return yang diharapakan. ( Van Horn, Waehowics; 1992)

Pada umumya semakin tingkat resiko itu tinggi maka tingkat return nya pun tinggi. Sehingga jika para investor berani mengambil tingkat resiko yang tinggi, maka dijamin para investor akan mendapatkan tingkat pengembalian return yang besar.

Jenis – Jenis Resiko

Jenis resiko yang ada antara lain ;
(1) Resiko Tidak Sistematik, juga disebut resiko yang dapat didiversifikasi yaitu bagian dari resiko sekuritas yang dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio. Contohnya pemogokan buruh, tuntutan pihak lain, penelitian yang gagal dan lain – lain.
(2) Resiko Sistematik, juga disebut resiko yang tidak dapat didiversifikasi yaitu bagian dari resiko yang tidak dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio. Istilah lain dari resiko pasar atau resiko umum. Resiko ini dapat muncul karena kejadian - kejadian diluar perusahaan seperti inflasi, resesi dan lain – lain.
(3) Resiko Total = Resiko tidak sistematik + resiko sistematik

Resiko investasi di pasar modal

Pada prinsip nya semata – mata berkaitan dengan kemungkinan terjadinya fluktuasi harga (price volatiliy). Resiko – resiko yang mungkin dapat dihadapi investor dalam melakukan investasi di pasar modal antara lain:

1. Resiko Daya Beli ( Purchasing Power Risk)
Investor mencari atau memilih jenis investasi yang memberikan keuntungan yang jumlahnya sekurang – kurangnya sama dengan investasi yang dilakukan sebelumnya. Disamping itu, investor mengharapkan memperoleh pendapatan dalam waktu yang tidak lama. Akan tetapi apabila investasi tersebut memerlukan waktu 10 tahun untuk mencapai 60% keuntungan sementara tingkat inflasi selama jangka waktu tersebut naik melebihi 100%, maka investor jelas akan menerima keuntungan yang daya beli nya jauh lebih kecil dibandingkan dengan keuntungan yang dapat diperoleh semula. Oleh terjadinya inflasi yang menyebabkan nilai rill pendapatan akan lebih kecil.

2. Resiko Bisnis ( Business Risk )
Resiko bisnis adalah suatu resiko menurunnya kemampuan memperoleh laba yang pada gilirannya akan mengurangi pula kemampuan perusahaan membayar imbalan atau deviden.

3. Resiko Tingkat Bunga (Interest Rate Risk )
Naiknya tingkat suku bunga biasanya akan menekan harga jenis surat – surat beharga yang berpendapatan tetap termasuk harga – harga saham.

4. Resiko Pasar ( Market Risk )
Apabila pasar bergairah (bullish) umunya hampir semua harga saham di bursa efek mengalami kenaikan. Sebaliknya apabila pasar lesu (bearish), saham – saham akan ikut pula mengalami penurunan.

5. Resiko Likuiditas ( Liquidity Risk )
Resiko  ini berkaitan dengan kemampuan suatu surat berharga untuk dapat segera di perjualbelikan dengan tanpa mengalami kerugiaan yang berarti.

Terimkasih sudah berkunjung, mari berdiskusi di blog kami. Kajian Politik itu seru dan dinamis. Jadi, lihatlah disekeliling anda, fenomena politik akan senantiasa kita jumpai.
EmoticonEmoticon