Showing posts with label Geopolitik. Show all posts
Showing posts with label Geopolitik. Show all posts

Thursday, February 2, 2017

Konflik Politik di Timur Tengah (Analisa Faktor Penyebab Konflik)

Sepertei sudah dijelaskan sebelumnya, konflik akan senantiasa terjadi dalam setiap aktivitas manusia, termasuk aktivitas politik. Hubungan politik dalam negeri ataupun luar negeri pun tak terlepas dari yang namanya konflik, konflik politik sebagian besar disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan dan cara pandang antar kelompok dalam melihat suatu persoalan. 

Fenomena Konflik politik antar negara di abad milenium ini ditandai dengan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, publik dunia mengenalnya dengan fenomena "Arabian Springs". Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tuntas tentang bagaimana terjadinya konflik politik di timur tengah, serta menganalisa apa faktor penyebab konflik politik yang terjadi. 

Penyebab Konflik Suriah, Mesir, Palestina, Syiria, Fenomena Arab Springs


Kebutuhan untuk berkumpul dan menyatakan pendapat tercipta setelah kebutuhan dasar manusia terpenuhi. Dunia sudah memasuki era modern, arus globalisasi sudah tidak dapat dibendung lagi. Hubungan antar negara telah menjadi kebutuhan utama bagi setiap negara jika ingin mempertahankan eksistensi dan memajukan negaranya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa konflik di suatu negara dapat mempengaruhi kehidupan ekonomi di berbagai negara. 

Menurut Carl J Friedrich "POLITIK" merupakan suatu upaya atau cara untuk memperoleh atau mempertahankan kekuatan. Politik juga dapat diartikan cara untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki yang akan digunakan untuk mencapai keadaan yang diinginkan. Kehidupan berpolitik tak pernah lepas dari kehidupan sosial suatu negara. Masyarakat di Timur Tengah dengan didominasi oleh bangsa arab mengakibatkan kultur pemerintahan yang ada di negara tersebut sebagian besar adalah diktator. Salah satu faktor historis karena di wilayah tersebut yang dahulu bersistem kekerajaan.

Situasi yang sekarang terjadi di beberapa negara Timur Tengah ternyata juga berpengaruh pada kehidupan ekonomi di berbagai negara lain seperti Indonesia. Ada dua dampak yang dirasakan oleh Indonesia -dampak langsung dan tidak langsung. Kehidupan ekonomi suatu negara memang tidak pernah lepas dari hubungan antar negara. Hubungan antar negara diwujudkan dalam hubungan keilmuan, sosial, politik, diplomatik, ekonomi, budaya dan pertahanan dan keamanan. 

Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Politik di Timur Tengah (Fenomena Arab Springs)

Setiap negara tidak pernah lepas dari kehidupan politik. Ibarat ada gula ada semut maka di mana ada masyarakat, di situ selalu muncul kekuasaan. Kehidupan politik suatu negara berjalan dinamis dan senantiasa bergejolak dari waktu ke waktu. Hal inilah yang membuat beberapa negara di Timur Tengah sekarang sedang mengalami pergolakan politik. Berikut beberapa faktor munculnya pergolakan di negara-negara Timur Tengah: 

1. Kepemimpinan yang dictator

Negara- Negara Timur tengah yang menganut system politik “a-demokrasi”(untuk tidak menyebut “totaliter”, “otoriter” atau “dictator”) seperti diketahui pada umumnya rezim-rezim di dunia arab meraih kekuasaan melalui alternative, karena warisan (monarki) atau kudeta militer.  

Sebagian besar negara yang berkonflik memiliki pemimpin yang cenderung diktator sehingga warga negara merasa tidak bisa sepenuhnya berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara. Hal inilah yang membuat ada dorongan kelompok untuk menyampaikan aspirasinya. Jika melalui cara yang formal dan legal tidak ada tanggapan yang serius dari pemerintahnya maka cara radikal dengan melakukan unjuk rasa merupakan cara yang menurut sebagian warga negara akan mendapatkan tanggapan yang pasti dari negara. Seperti yang dilakukan di Mesir, Libya, irak dan Tunisia.

2. Ideology keagamaan dan ideology politik

Sebagai pusat perkembangan agama dunia timur tengah memiliki khasanah pemikiran keagamaan yang sangat kompleks. Namun dalam dalam batas tertentu, sejarah perkembangan politik keagamaan di timur tengah di warnai oleh gejala konflik dari tingkat yang kontruktif sampai tingkat destruktif. 

Ideology keagamaan  yang menampakkkan gejala konflik dalam adab 20 adalah mazhab besar islam yakni sunni dan syi’ah. Tradisi konflik sunni dan syi’ah sebenarnya sudah terjadi pasca nabi Muhammad saw meninggal dunia. Kulminasi dalam sejarah modern  adalah konflik  iran-irak, di mana iran mewakili tradisi syi’ah dan irak tidak sepenuhnya mewakili tradisi sunni, namun banyak kerajaan sunni memberikan dukungan kepada kerajaan Israel. 

Dalam tingkat  Negara, konflik sunni – syiah juga terjadi  pada beberapa Negara seperti Iraq, iran, arab Saudi dan libanon. Ada yang berupa peminggiran kelompok syi’ah terutama di Iraq, arab Saudi dan ada pula peminggiran kepada kelompok sunni terutam di iran,  atau di bentuk rotasi kekuasaan yang dilakukan  di libanon dimana kelompok keagamaan satu sama lain salin salin membangun aliansi politik. 

3. Konflik antar masyarakat pada konflik timur tengah

Dalam konteks konflik antar masyarakat banyak terjadi di lokasi yang mengalami akskalasi konflik yang sangat tinggi.  Pola ini tidak bias dilepaskan dari persoalan konflik di tingkat negar. Artinya jika suatu negaraa memiliki kerawanan konflik maka akan mengalami efek spiral ke masyarakat. Kasus yang memngemuka terjadi daerah palestina , Iraq maupun di Israel. 

Untuk kasus palestina konflik sering terjadi ketika faksi-faksi perlawanan di palestina mendapatkan posisisi yang delematis akibat hasil perundingan yang ditempuh oleh otoritas palestina terhadap Israel. Dalam kasus perjanjian rahisia oslo antara Arafat dengan rabin akhirnya menimbulkan konflik antar masuarakat pelestina sendiri. Demikian pula kasus gaza jerico first yang akan memberikan konfensasi bagi keterlibatan warga palestina uantuk bias bekerja di Israel dengan konfensasi Arafat harus memerangi sayap perlawanan palestina yang lain . kasus semacam ini juga muncul lagi ketika Israel membidani lahirnay struktur perdana mentri struktur pemerintah palestina yang menepatkan Mahmud abbas yang harus berisi tegang dengan kubu Arafat. 

4. Perbatasan

Ada kecendrungan pola konflik perbatasan yang berkembang di timur tengah banyak di sebabkan oleh dua factor: pertama,  factor alamiah yakni  konflik perbatasan yang disebabkan oleh kondisi perbatasaan yang memungkinkan proses migrasi anatar Negara berjalan dengan intensif. Hala ini bias dipahami karena area perbatasan antar Negara tidak dibatasi oleh alam. 

Kedua, artificial yakni konflik perbatasan yang disebabkan oleh adanya perubahaan perbatasan sebelumnya setelah ada kebijakan baru. Salah satu variable yang sangat dominan adalah kebijan pemerintah colonial yang sering kai membuat garis perbatasan dengan menabrak garis-garis perbatasan alamiah seperti etnis, sungai, gunung. Hal inilah yang kemudian menimbulkan gejala separatism daan irredentisme, yakni sebuah gejala untuk memisahkan diri dari suatu Negara karena perbedaan etnis untuk kemudian bergabung dengan Negara lain yang memiliki kesamaan etnis. Kasus konflik perbatasan antara iran, Iraq, Kuwait, jordania, suria, libanon lebih banyak dikarenakan masalah ini.

5. Ekonomi di timur tengah menjadi konflik timur tengah

Konflik yang terjadi di negara-negara di kawasan Timur Tengah telah memberikan guncangan pada perekonomian global, hal ini dapat kita lihat langsung pada kondisi di pasar modal dengan indikator naik turunnya indeks perdagangan saham gabungan pada seluruh bursa di dunia. Kondisi terakhir yang dapat kita katakan sebagai revolusi ini, terjadi diberbagai negara yang dimulai oleh penggulingan Presiden Ben Ali dari Tunisia dan Presiden Mubarak dari Mesir. Di mana keduanya sudah berkuasa sedemikian lamanya. 

Dampak konflik di Timur Tengah terhadap ekonomi global ini tentu saja membuat kekhawatiran yang sangat beralasan. Seperti yang kita ketahui bersama kawasan ini merupakan kawasan yang sangat strategis dalam lalu lintas perdagangan dunia termasuk di dalamnya adalah minyak selain minyak nabati dan gandum. Di kawasan Timur-Tengah juga terdapat semacam muatan sakral yaitu adanya kota-kota suci seperti Mekkah, Madinah, Yerussalem, Karbala, dan juga Qom. Dalam batas tertentu fenomena ini kemudian melahirkan tren baru yakni bisnis wisata ziarah ke tempat suci. Mesir di sini sangat memegang peranan penting selaku negara yang dilewati terusan Suez, yang menghubungkan laut merah dan mediterania. 

Dengan terjadinya gejolak di Mesir beberapa saat yang lalu maka terjadi kenaikan harga minyak dunia yang hampir mencapai US$100/barrel. Dan kenaikan harga minyak ini akan terus bertambah dan sulit untuk dikontrol terlebih lagi dengan gejolak yang terjadi di Libya saat ini.

Konflik yang berkelanjutan di Timur Tengah tentu akan sangat membuat kondisi ekonomi dunia terutama harga minyak sulit untuk diatasi. Disatu sisi kondisi ini telah menimbulkan keresahan bahkan ketakutan bagi semua orang yang bekerja dan tinggal di Timur Tengah. Ribuan orang kini telah meninggalkan Timur Tengah dan kembali ke negara-negara asal mereka. Tidak terkecuali rakyat Indonesia yang bekerja dibeberapa perusahaan di Mesir dan Libya.

Selain itu, apabila krisis politik dikawasan ini berkelanjutan, dapat mengakibatkan proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung serta upaya menurunkan harga di sektor pangan dikawasan ini dapat terganggu. Harapan kita semoga kondisi dikawasan ini segera membaik, yang tentunya diikuti pula dengan membaiknya harga pangan.Dan yang paling penting adalah harga minyak yang menjadi konsumsi rumah tangga terbesar di dunia dapat turun dan stabil diharga normal.

Dampak Krisis Timur Tengah terhadap Indonesia, dalam jangka pendek tidak akan berdampak secara langsung terhadap nilai perdagangan Indonesia. Alasannya rasional yaitu, hubungan dagang langsung antara Indonesia dengan Timur Tengah memang sangat kecil. Sejauh ini, pasar ekspor Indonesia lebih banyak mengarah ke kawasan Asia daripada kawasan Timur Tengah.

Akan tetapi gejolak di Timur Tengah dan Afrika Utara mampu mendorong harga komoditas di pasar global, terutama pangan dan energi. Artinya, krisis Timur Tengah meningkatkan risiko dan premi risiko untuk lalu lintas perdagangan barang global, termasuk negara Indonesia. Tidak hanya itu, krisis politik di Timur Tengah juga bisa menyebabkan meningkatnya biaya freight dan asuransi kapal. Kenyataan ini jelas mempengaruhi pasar keuangan dunia, termasuk di Asia, sehingga ketidakpastian pasar di negara-negara Asia termasuk Indonesia akan naik. 

6. Dorongan atau hegemoni  dari negara lain dalam konflik timur tengah

Yang dimaksud dorongan disini dibagi menjadi dua. Dorongan internal dan eksternal. Keberhasilan Tunisia dan Mesir menjadi dorongan internal bagi negara-negara yang ingin melakukan aksi yang sama yang memang internal negara tersebut memiliki keinginan yang kuat untuk berubah. Dorongan eksternal adalah dorongan yang memang secara tersembunyi dilakukan oleh negara-negara yang memiliki kepentingan khusus bagi negara yang berkonflik. Hal ini memang perlu analisis yang mendalam tetapi menurut penulis, ada sebagian negara yang memang ada kepentingan Amerika untuk dapat memberikan pengaruh terhadap negara yang berkonflik agar Amerika mendapatkan keuntungan terutama dalam hal minyak bumi. 

Seperti Delegasi pada konferensi perdamaian internasional di Turki telah menyalahkan Amerika Serikat dan beberapa sekutunya di Timur Tengah untuk menciptakan krisis di Suriah. Para peserta dari 23 kebangsaan yang berbeda pada konferensi di Istanbul mengatakan bahwa desain imperialistik  AS, negara-negara Barat tertentu, Qatar dan Arab Saudi merupakan penyebab krisis, kata koresponden Istanbul Serena Shim.

Tamu Konferensi juga menolak setiap intervensi militer asing NATO atau lainnya di Suriah. Alasannya karena terorisme internasional ini terhadap negara saya telah membuat Suriah tidak akan berlutut, kata Tammam Azzam, seorang delegasi Suriah. Dan itu tidak akan berlutut.” Cathy Goodman yang datang jauh-jauh dari Amerika Serikat menunjukkan ketidak puasannya pada apa yang disebut negaranya telah melakukan intervensi di wilayahnya, terutama dalam konflik Suriah.

Amerika Serikat , dengan bantuan sekutu regionalnya, menginvasi dan menghancurkan negara-negara tertentu di kawasan ini karena ingin membangun hegemoninya atas negara  kaya minyak Timur Tengah.”Semua petualangan imperialis Amerika harus didanai oleh uang pajak Amerika dan itu datang langsung dari gaji. Sayangnya, di bawah Presiden AS Barack Obama kami memiliki anggaran militer terbesar dalam sejarah kami. Kami berusaha untuk menghentikan agresi imperialis – dalam semua manifestasi yang berbeda.

7. Perebutan Kekuasaan

Ini yang terjadi akibat ketidak kepuasan warga negara terhadap pemerintah. Bisa dikarenakan kemiskinan, pengangguran dan memburuknya kondisi ekonomi. Faktor-faktor tersebut mampu memunculkan tokoh oposisi baru yang merasa bisa membuat keadaan yang lebih baik. Akhirnya, tokoh akan menggerakkan masa untuk melakukan aksi unjuk rasa sehingga memicu terjadinya konflik. 

Secara umum negara yang berkonflik merupakan masyarakat fasis, yaitu suatu negara yang dikuasai oleh suatu partai diktator yang diorganisasi oleh seorang pemimpin kharismatik. Secara praktis rakyat tidak memiliki peranan dalam segala kegiatan pemerintahan dan merasakan kepuasan dengan menyaksikan kekuatan negara yang maha besar. Meskipun demikian, kelompok-kelompok yang merasa kepentingannya tidak terfasilitasi oleh negara maka mereka akan menjadi oposisi dan terus menerus menekan negara tersebut untuk berubah. Hal inilah yang membuat konflik yang terjadi dipicu oleh radikalitas dari pemimpin dan membuat beberapa kelompok juga berubah menjadi radikal melawan pemimpin negara. 

Itulah kupasan lengkap tentang faktor penyebab konflik politik yang terjadi di timur tengah. Semoga menambah wawasan dan khasanah keilmuan kita semua.