Saturday, November 7, 2015

Strategi Positioning Politik



Strategi positioning politik merupakan hal yang penting yang harus dilakukan partai politik, khususnya dalam kompetisi politik di pemilihan umum. Strategi positioning politik akan membantu pemilih dalam menentukan siapa yang akan dipilihnya, Ries & Trout, mendefinisikan Positioning dalam marketing politik sebagai semua aktivitas untuk menanamkan kesan di benak konsumen agar mereka bisa membedakan produk dan jasa yang dihasilkan oleh organisasi yang bersangkutan (Firmanzah, 2011).

Dalam positioning, atribut barang dan jasa yang dihasilkan akan direkam dalam bentuk image yang terdapat dalam sistem kognitif konsumen. Semakin tinggi image yang direkam dalam benak konsumen, maka semakin mudah pula mereka mengingat image tersebut, atau dalam istilah politik kita kenal dengan citra politik. Dalam konteks politik, image yang dimaksud misalnya kredibilitas seorang politisi, track record, pendidikan, dan reputasi semuanya dapat digunakan sebagai media positioning politik.

Sesuatu yang berbeda (diferensiasi) perlu diditegaskan dalam positioning politik, karena akan memudahkan masyarakat dalam membedakan produk satu partai dari partai lainnya, sehingga tertanam dalam benak masyarakat itu sendiri. Akan tetapi, terdapat permasalahan mendasar dalam positioning politik adalah penciptaan image yang konsisten yang mengerucut pada suatu tema tertentu dimana image politiknya terdiri dari program kerja partai, isu politik, dan image pemimpin partai.

Dalam strategi positioning politik pun sama halnya dengan bauran marketing politik yakni harus memiliki segmentasi pemilih dalam positioning-nya. Segmentasi atau pemetaan ini penting dilakukan untuk mengingat institusi politik yang diharapkan dapat selalu hadir dalam berbagai karakteristik pemilih. Smith dan Hirst (dalam Firmanzah, 2011) berpendapat bahwa institusi politik perlu melakukan segementasi politik, disebabkan ada beberapa hal. Pertama tidak semua segmen pasar bisa dimasuki, sumber daya politik partai yang terbatas, dan yang terakhir terkait dengan efektifitas program komunikasi politik yang akan dilakukan.

Berikut adalah bagan segmentasi dan positioning politik sebagaimana dikemukakan oleh Smith & Hirst :

Dari bagan diatas, terlihat dengan jelas bagaimana langkah-langkah yang dapat digunakan untuk  mengaitkan segmentasi, targeting, dan positioning. Menurut Bartle & Griffith, kontribusi penting ilmu marketing dalam domain politik adalah aktivitas yang terkait dengan segmentasi (Firmazah, 2011).

Penulis : Yoghi Kurniawan Prathama, S.IP.

Daftar Bacaan :

Cangara, Hafied. (2009). Komunikasi Politik (Konsep, Teori, dan Strategi). Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada.
Firmanzah, (2012). Marketing Politik (Antara Pemahaman dan Realitas).Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
_________,( 2011). Mengelola Partai Politik (Komunikasi dan Positioning Ideologi Politik di Era Demokrasi. Jakarta :Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Nursal, Adnan. (2004). Political Marketing: Strategi Memenangkan Pemilu Sebuah Pendekatan Baru Kampanye Pemilihan DPR, DPD,Presoden.Jakarta: PT.GramediaPustaka
Sugiono, Arif. (2013). Strategic Political Marketing (Strategi Memenangkan Setiap Pemilu dengan Menempatkan Pemilih Sebagai Penentu Kemenangan. Yogyakarta : Penerbit Ombak.

  Baca Juga : Teori Marketing Politik 

Terimkasih sudah berkunjung, mari berdiskusi di blog kami. Kajian Politik itu seru dan dinamis. Jadi, lihatlah disekeliling anda, fenomena politik akan senantiasa kita jumpai.
EmoticonEmoticon